Sholat Jumat Pertama Setelah 86 Tahun Di Hagia Spohia, Diduga Akan Dihadiri 1000 Jamaah Dan Para Pemimpin Dunia

Salat Jumat pertama diselenggarakan di Hagia Sophia, gedung berusia 1.500 tahun yang semula adalah katedral yang dijadikan masjid dan kemudian museum, langkah yang membuat Paus, “sangat sedih.”.

Sekitar 1.000 orang diperkirakan akan mengikuti salat Jumat pertama dalam 86 tahun.

Pada 1934, di bawah kepemimpinan Presiden Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Turki modern, setelah jatuhnya Ottoman, masjid itu dijadikan museum.

Lukisan dan ornamen Kristiani akan ditutup tirai dengan menggunakan mekanisme khusus selama waktu salat tetapi tetap akan dipajang.

Gedung ini dibangun pada abad keenam sebagai katedral namun dijadikan masjid pada 1453 ketika Ottoman, biasa disebut juga dengan Kekhalifahan Utsmaniyah, di bawah Mehmed II atau Sultan Muhammad al-Fatih menaklukkan Konstantinopel yang kemudian berganti nama menjadi Istanbul.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengundang Paus Fransikus untuk menghadiri pembukaan masjid, lapor kantor berita Anadolou.

Namun sejauh ini belum ada laporan bagaimana tanggapan Paus.

Tanggal 12 Juli lalu, Paus mengatakan “sangat sedih” atas keputusan Turki menjadikan Hagia Sofia kembali menjadi masjid.

Paus sendiri mengunjungi Hagia Sophia dalam kunjungan ke Turki pada 2014.

Salat Jumat pertama akan dipimpin oleh Ali Erbaş ketua direktur keagamaan, lapor harian Turki Hürriyet.

Hürriyet melaporkan mosaik dan lukisan Kristiani akan ditutup tirai selama salat Jumat dan waktu salat lain.

Mosaik Kristiani termasuk Yesus dan Bunda Maria akan ditutup selama salat.
Kemenangan dalam upaya kelompok Islamis

Bagi kelompok Islamis Turki, Hagia Sophia kembali dijadikan masjid menandai mimpi lama mewujudkan kembali simbol kejayaan Ottoman.

Namun bagi pihak lain, perubahan ini dianggap kemunduran untuk salah atu gedung dengan arsitek terindah di dunia.

Dalam pidato mingguan, tanggal 12 Juli lalu, Paus Fransiskus mengatakan ia “sangat sedih”.

Namun bagi Yunus Genc – salat di Hagia Sophia pada Jumat (24/07) – menandai kemenangan dalam upaya puluhan tahun oleh kelompok Islamis seperti organisasi yang dia pimpin, untuk kembali menjadikan gedung kuno ini menjadi masjid.

Organisasi Genc, Anatolian Youth Association, sebelumnya melakukan berbagai protes dan menyelenggarakan salat di luar Hagia Sophia, sementara kelompok lain melakukan upaya legal untuk menjadikan museum sebagai masjid.