Tampang Boby Wijata, Pemuda yang Diduga Tusuk Anggota TNI hingga Tewas, Wajahnya Imut


Kasus pengeroyokan Prada Yopan Setiandi, anggota TNI yang bertugas di Batalion Infanteri 144/Jaya Yudha, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyita perhatian publik dalam beberapa jam terakhir.

Diketahui, Prada Yopan Setiandi dan rekannya Pratu Agus Salim, saat itu tengah berada di Lapangan Setia Negara, Kecamatan Curup, pada malam pergantian tahun 2020 menuju 2021, Kamis malam (31/12/2020).

Mereka kemudian dikeroyok oleh segerombol pemuda dengan usia belasan hingga dua puluhan awal, hingga kondisi mereka kritis, lantaran terkena bacokan dan tusukan benda tajam.

Nahas, Prada Yopan Setiandi kemudian meninggal dunia, sedangkan Pratu Agus Salim hingga kini masih dirawat.

Belakangan diketahui, dari 10 pemuda yang ditangkap, yang melakukan penusukan diduga adalah Boby Wijata (21 tahun). Keterangan itu didapat dari salah seorang pelaku yang bernama Rendi.

Dalam fotonya yang beredar, Boby terlihat masih sangat muda dam terbilang imut. Ia memakai kaos putih dan masker saat ditangkap. Ia tinggal di Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Curup, dan bekerja sebagai petani.

Menurut Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno, pengeroyokan itu terjadi akibat kesalahpahaman antara dua anggota TNI dan sejumlah remaja yang mengeroyok mereka.

"Terjadi akibat kesalahpahaman antara korban dengan para pemuda itu sehingga terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korbannya luka berat," katanya, didampingi oleh Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Sigit Purwoko, seperti dikutip dari Antara.

Masih Sempat Tersenyum

Redo Supriyanto (18 tahun), salah satu remaja yang ikut mengeroyok Prada Yopan Setiandi (21 tahun) hingga tewas, diketahui masih sempat tersenyum saat ditangkap oleh aparat.

Sekilas senyumnya terlihat dalam sebuah foto yang beredar di media sosial. Di situ ia berdiri bersama para remaja lainnya, yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

Dari identitasnya, Redo diketahui bekerja sebagai petani. Ia tinggal di Desa Turan, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong.

Namun tak cuma Redo yang seorang petani. Para remaja lainnya yang juga ditangkap, juga bekerja sebagai petani dan tinggal di Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong.

Mereka adalah Boby Wijata (21 tahun), RW (17 tahun), Muhammad Rahman Remura (20 tahun), KP (15 tahun), Randi Syaputra (20 tahun), HF (16 tahun), JYE (17 tahun), MAJ (16 tahun), dan Jeri (18 tahun).

Dalam foto-foto mereka saat baru ditangkap, terlihat wajah mereka  imut-imut dan mulus.

Namun pada foto yang lain, wajah mereka sudah terlihat bonyok dan babak belur. Diduga mereka dihajar oleh aparat yang menangkap mereka.

Yang paling bonyok mukanya adalah seorang remaja yang memakai kaos putih bertuliskan Syahada, dan seorang lainnya yang memakai kaos lengan panjang warna hitam.

Belum Pernah Pulang Kampung

Ibu kandung Prada Yopan Setiandi pingsan saat jenazah anaknya tiba di kediamannya di Semarang, Jawa Tengah, hari Jumat (1/1/2021).

Sang ibu pingsan lantaran tak kuasa menahan kesedihan. Betapa tidak, selama bertugas di Bengkulu usai menamatkan pendidikan militer, Yopan belum pernah sekalipun pulang ke kampung halamannya di Semarang.

Tahu-tahu, sekalinya pulang, sang putra tercinta yang sangat dibanggakan, sudah tak lagi bernyawa.

Semasa hidup, Yopan diketahui merupakan anak yang baik hati dan berbakti pada orang tuanya. 

Saking sayangnya pada anaknya, sang ibu bahkan meminta agar jenazah anaknya dimakamkan secara sederhana, bukan secara militer.