Mahasiswi Datangi Kuburan di Hari Wisuda, Menangis Histeris Pakai Toga Lengkap di Samping Makam Ibu


Masih pakai toga dan baju wisuda, seorang gadis menangis di samping makam ibunya. 

Aksi gadis tersebut mencuri perhatian warga sekitar, termasuk netizen di media sosial hingga videonya viral. 

Terlihat gadis tersebut bersimpuh dan tampak histeris dengan makeup yang masih menghiasi wajah. 

Video dan kisah gadis yang belum diketahui namanya ini viral seteklah dibagikan oleh akun Instagram @makassar_iinfo pada Selasa (29/10/2019). 

Dalam video tampak seorang mahasiswi masih mengenakan toga lengkap mendatangi makam ibundanya.

Gadis itu bersimpuh di samping makam ibunya, sembari tak kuasa menahan tangisnya.

Tak diketahui apa yang dibicarakannya, tetapi ia tampak meluapkan kesedihan dan kerinduannya kepada sang ibu.

Di sampingnya juga tampak seorang perempuan yang mengenakan kerudung dan berbaju coklat berusaha untuk menenangkan mahasiswi itu.

Namun tangis dan kesedihannya benar-benar sudah tak terbendung lagi.

Usut punya usut, semasa hidup ibunya pernah memiliki keinginan untuk berfoto bersama putrinya saat wisuda.

"Sedih dan mengharukan, masih berpakaian wisuda, mahasiswi ini datangi pemakaman ibunya.

Ia pu tak kuasa menahan air matanya, semasa hidupnya, si ibu pernah mengatakan bahwa ia ingin berfoto bersama dengan putrinya sewaktu wisuda," tulis akun makassar_iinfo dalam keterangannya.

Tonton video-nya:

Insiden Serupa

Bila di instagram viral gadis yang menangis karena rindu sang ibu, insiden sebaliknya justru menimpa orang tua Irza Laila Nur Trisna Winandi. 

Air mata orang tua Irza Laila Nur Trisna Winandi tak terbendung saat menghadiri acara wisuda putrinya yang telah tiada.

Irza Laila Nur Trisna adalah mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo angkatan 2015.

Irza Laila Nur Trisna tewas dalam kecelakaan maut di Boyolali, Jawa Tengah.

Korban tewas tertabrak truk kontainer saat akan berangkat menjalankan ujian skripsi.

Insiden kecelakaan tersebut terjadi pada Kamis (25/8/2019).

Walau begitu UNS Solo tetap melakukan wisuda terhadap Irza Laila Nur Trisna.

Suasana haru pun menyelimuti acara wisuda mahasiswa UNS, Sabtu (24/8/2019).

Dilansir TribunJakarta dari TribunSolo, Ayah dan ibu Irza Laila Nur Trisnha Winandi hadir dengan mengenakan pakaian jas dan kebaya.

Keduanya datang ke Auditorium UNS Solo sejak pagi dan langsung menuju ruang wisuda.

Ibunda Irza Laila Nur Trisna tampak membawa figura yang berisi ijazah putrinya.

Tampak sesekali Dwi Yani, ibunda Irza Laila Nur Trina mengelap air matanya saat berada di dalam ruangan.

UNS memberikan penghargaan kepada Irza Laila Nur Trisna yang memiliki niat yang kuat dalam menyelesaikan studinya.

Irza Laila Nur Trisna tetap diwisuda UNS Solo dengan gelar sarjana pendidikan.

"Yang menerima adalah orang tuanya nanti ijazah Sarjana Pendidikan atas nama Almarhum," ujar Rektor UNS Solo, Prof Jamal Wiwoho.

Jamal melanjutkan bahwa UNS Solo juga memastikan akan membebaskan biaya perkuliahan Irza Laila Nur Trisna bhila masih memiliki tanggungan pembayaran.

"UNS juga sudah membebaskan biaya perkuliahan jika Almarhumah masih memiliki tanggungan pembayaran," ucap Jamal.

Jamal pun menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa irza Liala Nur Trisna.

"Kami segenap sivitas akademika UNS turut berduka cita atas meninggalnya salah satu mahasiswi UNS yang berprestasi atas nama Irza Laila Nur Trisna Winandi," kata Jamal.

Sementara itu dari pengataman TribunJakarta.com, momen haru itu turut dibagikan akun Instagram resmi UNS Solo.

Video berdurasi lebih dari satu menit itu memperlihatkan orang tua Irza Laila Nur Trisna berdiri di depan rektor.

Tampak rektor UNS Solo memakaikan selendang bertuliskan cumlaude kepada ibunda Irza Lila Nur Trisna.

Sebelumnya diwartakan TribunSolo.com, kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Boyolali - Solo KM 4 Mojosongo, Boyolali Kamis (25/7/2019) pagi.

Korban bernama Irza Laila Nur Trisna Winandi (21) warga Karanggeneng, Boyolali.

Sementara Sopir Truk Kontainer H 1975 BH bernama Solkan warga Kendal, Jawa Tengah.

Kronologis kejadian Truk Kontainer H 1975 BH diduga rem blong datang dari arah barat ke timur menuju Solo.

Saat sampai di lokasi kejadian, traffic light menunjukan warna merah dan banyak kendaraan yang berhenti di lokasi tersebut.

"Sopir yang tidak bisa mengendalikan kendaraannya kemudian memutuskan untuk banting setir ke kanan," papar Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro, Kamis (25/7/2019).

Alhasil kontainer jadi melompat melewati median jalan dan menghantam bangunan Puskesmas Mojosongo tepatnya di Mushola Puskesmas.

Saat yang bersamaan di Mushola tersebut juga ada korban Irsya yang sedang menunggu menjemput ibunya yang ingin ikut ujian bersamanya.

"Korban menunggu ibunya, dan disitu malah tertabrak truk juga," papar AKBP Kusumo.

"Ibunya juga seorang bidan di Puskesmas sini," jelas AKBP Kusumo.

Selain menabrak gedung, Truk Kontainer juga menabrak empat motor yang parkir di lingkungan puskesmas Mojosongo, Boyolali.